17 Nasihat Bijak Penuh Makna Buya Hamka: Yang Paling Tinggi Ialah Cita-cita Mulia

- Minggu, 26 Maret 2023 | 18:35 WIB
Jadwal tayang dan sinopsis film Buya Hamka yang berdurasi hingga tujuh jam. (Instagram.com / @buya_hamka.)
Jadwal tayang dan sinopsis film Buya Hamka yang berdurasi hingga tujuh jam. (Instagram.com / @buya_hamka.)

MUSLIMKITA.COM - Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dengan nama Buya Hamka adalah salah seorang ulama besar di Indonesia.

Tak hanya dikenal sebagai ulama, beliau juga merupakan seorang sastrawan, sejarawan, dan politikus yang begitu dihormati.

Sepanjang hidupnya, Buya Hamka telah melahirkan karya-karya yang fenomenal seperti Di Bawah Lindungan Ka’bah (1936), Tenggelamnya Kapal van der Wijck (1937), dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Kisah Buya Hamka Akan Dibuat Film, MUI Katakan Begini

Melalui karya-karya tersebut, beliau dianggap sebagai salah seorang tokoh yang berpengaruh di dunia sastra Indonesia.

Sosok kiai karismatik itu lahir pada 17 Februari 1908 di Sungai Batang, Maninjau, Sumatera Barat. Buya Hamka lahir dari kalangan yang taat agama. Ayahnya, Haji Abdul Karim Amrullah adalah seorang tokoh Islam yang pernah mendalami ilmu agama di Mekkah.

Dalam karya-karyanya, Hamka banyak menyelipkan kata-kata bijak yang menginspirasi bangsa Indonesia. Dirangkum muslimkita.com dari berbagai sumber, berikut kata-kata bijak Buya Hamka:

1. Kegunaan harta tidak dimungkiri. Tetapi ingatlah yang lebih tinggi ialah cita-cita yang mulia.

2. Tahan menderita kepahitan hidup sehingga penderitaan menjadi kekayaan adalah bahagia.

3. Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.

4. Di belakang kita berdiri satu tugu yang bernama nasib, di sana telah tertulis rol yang akan kita jalani. Meskipun bagaimana kita mengelak dari ketentuan yang tersebut dalam nasib itu, tiadalah dapat, tetapi harus patuh kepada perintahnya.

5. Janji Tuhan sudah tajalli, mulialah umat yang teguh iman. Allah tak pernah mungkir janji tarikh riwayat jadi pedoman.

6.Bangunlah kekasih ku umat Melayu. Belahan asal satu turunan bercampur darah dari dahulu persamaan nasib jadi kenangan.

7. Oleh sebab itu maka bertambah tinggi perjalanan akal, bertambah banyak alat pengetahuan yang dipakai, pada akhirnya bertambah tinggi pulalah martabat Iman dan Islam seseorang.

Halaman:

Editor: Robi Maulana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X