MUSLIMKITA.COM - Manhaj Salaf belakangan sangat gencar mempropagandakan tuduhan bid'ah dlolalah pada umat Islam Indonesia yang bermazhab Ahli Sunnah wal Jama'ah.
Tuduhan bid'ah yang disebar melalui media sosial, baik tulisan maupun ucapan, seolah tidak dilirik oleh negara, karena diasumsikan masuk ranah privat seseorang pemeluk agama. Betul bid'ah adalah ranah agama, bukan sesuatu yang harus diurus oleh negara.
Tetapi propaganda bid'ah itu yang membuat gelisah, mengganggu ketertiban, kenyamanan beragama umat Islam lainnya yang berbeda dengan mereka.
Baca Juga: Warganet Indonesia Paling Tidak Sopan, KH Masduki Baidlowi: Keluarga Bisa Perbaiki Akhlak Bermedsos
Sebenarnya apa yang jadi target mereka ? apakah ingin mengklaim diri mereka yang patut disebut muslim yang sebenarnya, dan yang lain tidak benar.
Mengklaim kunci surga ada di tangan mereka dengan seringnya menuduh keliru dan salah atas praktik keagamaan yang berbeda dengan mereka.
Mereka secara kuantitatif sangat kecil, tapi banyak secara kuantitatif dalam semburan hoax, kebencian, tuduhan bid'ah dan kesesatan.
Ataukah umat Islam Indonesia yang bermazhab Ahli Sunnah wal Jama'ah dipaksa jadi salafiyun, dipaksa agar mengakui kebenaran ajaran manhaj salaf?.
Baca Juga: Contoh Pidato Bahasa Jawa Singkat dan Padat Tentang Kedisiplinan
Berawal dari mana bid'ah menjadi yang utama dari jargon keagamaannya ?, tentu kita cek hadits berikut ini. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda:
Artikel Terkait
Jujur Itu Ternyata Dilarang, Jika...
Khutbah Jumat: Laangan Jujur dalam Kemaksiatan
Teks Penyampai (MC) Bahasa Melayu Secara Singkat dan Padat Tema Hari Jadi
Contoh Pidato Bahasa Jawa Tema Pernikahan
Contoh Biantara Bahasa Sunda Tema Pernikahan
Ceramah Singkat Mengupas Tentang Tema Agar Allah Mencukupi