• Selasa, 13 September 2022

Menjawab Tuduhan Bid'ah 

- Selasa, 13 September 2022 | 12:12 WIB
Kiai Hamdan Suhaimi membicarakan soal menjawab tuduhan bid'ah (muslimkita.com/Taufik Hidayat at-Tanari)
Kiai Hamdan Suhaimi membicarakan soal menjawab tuduhan bid'ah (muslimkita.com/Taufik Hidayat at-Tanari)

MUSLIMKITA.COM - Manhaj Salaf belakangan sangat gencar mempropagandakan tuduhan bid'ah dlolalah pada umat Islam Indonesia yang bermazhab Ahli Sunnah wal Jama'ah. 

Tuduhan bid'ah yang disebar melalui media sosial, baik tulisan maupun ucapan, seolah tidak dilirik oleh negara, karena diasumsikan masuk ranah privat seseorang pemeluk agama. Betul bid'ah adalah ranah agama, bukan sesuatu yang harus diurus oleh negara. 

Tetapi propaganda bid'ah itu yang membuat gelisah, mengganggu ketertiban, kenyamanan beragama umat Islam lainnya yang berbeda dengan mereka. 

Baca Juga: Warganet Indonesia Paling Tidak Sopan, KH Masduki Baidlowi: Keluarga Bisa Perbaiki Akhlak Bermedsos

Sebenarnya apa yang jadi target mereka ? apakah ingin mengklaim diri mereka yang patut disebut muslim yang sebenarnya, dan yang lain tidak benar. 

Mengklaim kunci surga ada di tangan mereka dengan seringnya menuduh keliru dan salah atas praktik keagamaan yang berbeda dengan mereka. 

Mereka secara kuantitatif sangat kecil, tapi banyak secara kuantitatif dalam semburan hoax, kebencian, tuduhan bid'ah dan kesesatan. 

Ataukah umat Islam Indonesia yang bermazhab Ahli Sunnah wal Jama'ah dipaksa jadi salafiyun, dipaksa agar mengakui kebenaran ajaran manhaj salaf?. 

Baca Juga: Contoh Pidato Bahasa Jawa Singkat dan Padat Tentang Kedisiplinan

Berawal dari mana bid'ah menjadi yang utama dari jargon keagamaannya ?, tentu kita cek hadits berikut ini. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda:

Halaman:

Editor: Taufik Hidayat at-Tanari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X