• Sabtu, 9 Juli 2022

Ruhnya Guru dalam Diri Ustadz atau Kyai

- Jumat, 8 Juli 2022 | 20:09 WIB
Ilustrasi Seorang Guru / Dok.Pribadi
Ilustrasi Seorang Guru / Dok.Pribadi

MUSLIMKITA.com - Melibatkan kata Guru mungkin yang terbayang ialah sosok seorang yang berpenampilan sederhana namun memiliki daya juang dan tanggung jawab untuk mengamalkan dan mengajarkan ilmunya, terkenal dengan keikhlasannya serta ketawadhuannya itu hal yang sudah biasa baginya.

Mengamalkan apa yang telah didapat dari sebelumnya untuk di amalkan serta menghidupkan agama dikalangan masyarakat kampung maupun disebuah wadah yaitu pondok pesantren adalah tugasnya.

Didalam kitab Maroqi Al-ubudiyah Syaikh Al-Islam Imam Ghazali At-Thusi mengatakan :

 بأن تنوي بتحصيله إزالة الجهل عن نفسك وعن سائر الجهال وإحياء الدّين وإبقاء الإسلام بالعلم والدّار الآخرة ورضا اللّه تعالى.

" Jika ingin hasil maka seseorang harus meniatkan yaitu untuk menghilangkan kebodohan dari diri sendiri dan semua kebodohan, menghidupkan agama, memelihara Islam dengan pengetahuan, niat untuk akhirat, dan keridhaan Allah SWT ".

Baca Juga: Sambut HUT RI Ke 78, Kemenag Sulawesi Selatan Gelar Pekan Merdeka Toleransi 2022, Mengusung Moderasi Beragama

Disisi lain, seorang murid/santri belajar kepada ustadznya dengan seiring berjalannya waktu bahkan hingga bertahun-tahun lamanya (وطول زمان) Tanpa disadari nasihat nasihatnya sudah membekas di benak hati seorang murid dan apapun bentuk perintahnya harus dilalui oleh seorang murid ketika ia dalam proses tholabul ilmi.

Selain mengamalkan, seorang guru atau ustadz juga menyisipkan waktunya untuk beriyadhoh disepanjang malam ( mendoakan muridnya agar Istiqomah) , karena seorang guru yang benar-benar mengamalkan ilmunya akan bahagia ketika melihat muridnya bisa melanjutkan kiprahnya dalam kata lain sukses.

KH kholil Bangkalan (Gurunya KH Hasyim Asy'ari) pun begitu ketika beliau melihat KH Hasyim Asy'ari sudah benar-benar menguasai ilmunya yang diajarkan oleh kh kholil Bangkalan, beliau menyuruh untuk meninggalkan beliau ( melanjutkan pendidikannya ditempat lain), hingga satu peristiwa beliau menyandang gelar "Hadratus syekh" ( Hafal kutubussuittah beserta sanad dan perawinya) ,seketika beliau mendengar bahwa KH Hasyim sudah sukses beliau bahagia bahkan beliau ingin belajar kepada KH Hasyim Asy'ari, disitulah peran penting adanya buah tangan seorang guru terhadap muridnya.

Halaman:

Editor: Adi Wahyudi

Sumber: opini

Tags

Terkini

X